Tuesday, July 3, 2012

It's okay.

Bila kawan-kawan ada problem, apa yang boleh kita buat? Kalau member perangai stok kid-kid bagi Tora terus jadi pekak dan bisu keriangan tape. Kalau masalah duit, kalau mampu kita hulur.Kalau benda tu mampu nak tolong, tolonglah selagi mampu.

Sebab tu konsep Islam dalam nak mencegah maksiat, first kita guna kudrat, cannot go jugak kita lidah, cannot go jugak, kita doa dalam hati.

Sebab tu benda kalau nak menolong ada batasan jarak, bila kadang-kadang orang tu dah susah sangat sampai menangis-nangis, apa yang aku boleh kata cuma "It's okay" atau "sabar okay". Dan perkataan klise tu akan tetap klise sampai bila-bila.

Jujur, tiada lain perkataan klise selain itu mampu diucap.Tapi aku yakin kalau kita antara orang yang mendengar pun adalah satu cara, kita menolong.

Dan akhirnya aku jumpa falsafah perkataan 'it's okay' itu. Benda yang aku cari.Benda yang kalau boleh, benda yang turut sama dirasai oleh orang yang mendengar.Juga untuk orang bercerita.

"It's okay. It's okay to want someone you can't have. It's okay to want something more. It's okay to cry when you're hurt, and it's okay to stay mad at someone who hurt you. Believe it or not, it's always going to be okay. That's just how it works. Sometimes things don't work out how you want them to, and most of the time, it seems like they never will. But eventually, everything is going to iron out some way or another. You just have to believe, keep your faith, and move on."


Rasanya, itulah jujur apa aku rasa.Bila aku ucap segala kejadah klise pasal ;

Bro, rileks bro, you'll be okay!.

No comments: